Peningkatan Pengetahuan Konten Pedagogi Guru Matematika Melalui Lesson Study Pembelajaran Matematika di Kabupaten Wonosobo

Pada hari Rabu, 5 Agustus 2026 telah dilaksanakan kegiatan pelatihan dan workshop bagi guru-guru Matematika SMP se-Kabupaten Wonosobo bertempat di SMP N 1 Sapuran Wonosobo yang diprakarsai oleh tim PkM KBK Pengembangan Profesi Guru yang terdiri dari  Tuharto M.Si, Dr. R. Rosnawati M.Si, Caturiyati M.Si, dan Prof. Dr. Ariyadi Wijaya, M.Sc. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 08.30 hingga 15.00, diikuti oleh 28 guru Matematika SMP dari 20 SMP di Kabupaten Wonosobo. PkM dengan judul “Peningkatan Pengetahuan Konten Pedagogi Guru Matematika Melalui Lesson Study Pembelajaran Matematika di Kabupaten Wonosobo” ini bekerjasama dengan MGMP Matematika Pokja 3 (meliputi Kecamatan Sapuran, Kepil, dan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Tujuan PkM kali ini meningkatkan kompetensi guru matematika SMP melalui pelatihan penerapan lesson study meliputi: perencanaan pembelajaran dilakukan melalui FGD untuk merancang pembelajaran matematika kelas VII pada topik pola bilangan melalui konfigurasi objek, open class yaitu pembelajaran oleh guru model yang dihadiri guru-guru matematika SMP lain, serta refleksi hasil observasi pelaksanaan pembelajaran untuk melakukan perbaikan rancangan pembelajaran. Lesson study dapat dianggap sebagai siklus perbaikan pembelajaran karena melibatkan guru dalam pembelajaran aktif tentang konten, didorong oleh data dan tujuan, dan berkelanjutan, intensif, kolaboratif, dan praktek berbasis, membuat berbagai jenis pengetahuan lebih terlihat. Melalui lesson study guru dapat mempelajari rancangan dan pelaksanaan pembelajaran penemuan yang diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam serta mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia tahan lama dalam ingatan.

Pelatihan dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. Pertemuan pertama membahas materi dan menentukan guru model pada sesi Do, serta membahas rancangan perangkat pembelajaran yang harus dipersiapkan. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring tim KBK bersama pengurus, calon guru model, dan beberapa guru lainnya, dilaksanakan di Tambi, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Pertemuan kedua dilaksanakan secara hibrid, yaitu merancang perangkat pembelajaran (plan). Guru-guru melakukan pertemuan secara luring dan FGD bersama tim KBK dilakukan secara daring. FGD dilaksanakan untuk memahami efektivitas dari rancangan pembelajaran penemuan serta proses pembelajaran yang terjadi baik berkaitan dengan keluasan dan lintasan belajar, maupun rancangan aktivitas dengan prinsip-prinsip melalui proses penemuan, serta kendala yang dihadapi saat melakukan pembelajaran penemuan terbimbing.

Pertemuan ketiga dilakukan secara open class (do) dilaksanakan luring di SMP N 1 Sapuran Wonosobo, yang dihadiri oleh 28 guru matematika SMP di 3 kecamatan wilayah Wonosobo Selatan, sebagai guru modelnya adalah Sri Wahyuni, S.Pd. dari SMP Negeri Sapuran 1. 

;;

Suasana Open Class (DO)

Kegiatan see sebagai salah satu tahapan dari lesson study yaitu berupa refleksi atas apa yang telah dilakukan selama pembelajaran. Kegiatan refleksi dipandu oleh Bapak Tuharto, M.Si. dan Ibu Dr. R. Rosnawati, M.Si. Peserta antusias memberikan hasil observasi serta masukan untuk perbaikan pada pembelajaran selanjutnya.

Suasana Refleksi (See)

Hasil refleksi ini menjadi masukan bagi semua guru dalam menyusun rancangan pembelajaran penemuan terbimbing yang diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam serta mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia tahan lama dalam ingatan. Hal ini sejalan dengan kurikulum merdeka yaitu mendukung pembelajaran yang mendalam. (Caturiyati)