Bahasa Indonesia
English
WEBINAR SERIES #1 REIMAGINING MATHEMATICS LEARNING: AI DAN EVOLUSI MEDIA PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL

Yogyakarta, 12 September 2026 — Departemen Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sukses menyelenggarakan Webinar Series #1 bertajuk “Reimagining Mathematics Learning: AI dan Evolusi Media Pembelajaran di Era Digital. Webinar pada Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh dosen, mahasiswa, hingga praktisi pendidikan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Prof. Dr. Drs. Sugiman, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar Webinar Series #1 dapat memberikan ilmu terkini sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi pengembang pembelajaran matematika maupun riset yang akan dilakukan.
Sesi pemaparan materi dipandu oleh Cici Noviana, S.Pd. sebagai moderator. Narasumber pertama, Ahmad Bahauddin, M.Pd., membahas pentingnya transformasi pembelajaran matematika melalui integrasi kecerdasaran buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran. Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan AI tidak lagi dapat dihindari sehingga pendidik perlu beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Menurutnya, tantangan bagi guru di era digital saat ini adalah mengarahkan siswa untuk menemukan dan memahami proses berpikir, bukan semata memberikan jawaban secara instan. Selain itu, beliau juga menunjukkan pemanfaatan AI dalam pengembangan media pembelajaran matematika, termasuk merancang permainan (game) edukatif yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Drs. Sahid, M.Sc. yang diawali dengan mengangkat potret pendidikan Indonesia berdasarkan hasil PISA 2025. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa fokus PISA 2025 mencakup sains dan pemecahan masalah komputasional. Beliau juga menyoroti penurunan skor yang terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia, dengan capaian Indonesia yang masih berada di bawah rata-rata internasional. Di sisi lain, beliau menekankan bahwa siswa Indonesia memiliki sejumlah modal positif, seperti rasa ingin tahu dan kegigihan yang tinggi. Namun, potensi tersebut juga dihadapkan pada tantangan distraksi digital, keterbatasan infrastruktur, dan fenomena perundungan. Dalam konteks perkembangan AI, penggunaan AI chatbot oleh siswa Indonesia cukup tinggi, yaitu 53% siswa menggunakan AI chatbot setiap minggi, lebih tinggi dibandingkan rata-rata OECD sebesar 46%. Beliau kemudian menekankan empat prinsip penting dalam penggunaan AI, yaitu skeptis, kritis, kreatif, dan etis dengan tidak mudah percaya pada hasil AI, memeriksa kebenarannya, memanfaatkannya secara kreatif, serta menggunakannya secara bertanggung jawab.
Kedua sesi pemaparan materi tersebut kemudian dilanjutkan diskusi tanya jawab antara narasumber dengan peserta. Selanjutnya, untuk mencairkan suasana, peserta diajak mengikuti kuis tebak gambar yang dipandu oleh Tim Teknis Webinar Series #1. Sesi ice breaking ini disambut antusias oleh peserta. Tiga peserta yang berhasil menjawab tantangan dengan tepat juga mendapatkan hadiah menarik.
Melalui Webinar Series #1, Departemen Pendidikan Matematika FMIPA UNY menghadirkan ruang diskusi ilmiah bagi dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan untuk saling berbagai pengetahuan dan pengalamannya dalam menghadapi perkembangan pendidikan di era digital.
di era saat ini sebagai pendidik perlu mentransformasi proses pembelajaran di kelas dengan mengintegrasikan Ai karena di era sekarang kita udah gabisa ngelak lagi. Guru gimana tugasnya ngarahin pembelajaran. Adanya AI peran guru mulai digeser untuk menginterversi jawaban. Guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar siswa (ini bagus). Tantangannya sebagai fasilitator harus membeirkan proses berpikir kpd siswa bukan jawaban akhir. Beliau juga menjelaskan bagaimana penggunaan AI untuk diterapkan dalam menyusun media pembelajaran seperti permainan (game) pelajaran.
Selanjutnya, pemaparan materi kedua disampaikan oleh Drs. Sahid, M.Sc. Beliau membuka paparan dengan melihat poteret pendidikan Indonesia dari hasil PISA 2025. Fokus utama PISA 2025 adalah sains dan pemecahan masalah komputasional. Skor perolehan di seluruh negara menurun, termasuk Indonesia. Perolehan skor Indonesia masih di bawah skor rata-rata internasional. Sebenarnya anak Indonesia memiliki modal yaitu rasa ingin tahu dan kegigihan yang sangat tinggi namun dihadapkan dengan ancaman distraksi digital, kekurangan infrastruktur, dan tren perundungan. 53% siswa menggunakan AI chatbots setiap minggunya yang nilai ini melebihi rata-rata OECD yaitu 46%. Prinsip penggunaan AI, yaitu skeptis (tidak mudah percaya) dari yang dihasilkan AI, kritis setiap menerima jawaban dari AI kita harus kritisi jawabannya benar atau tidak AI bisa memberikan respons sangat meyakinkan sangat ilmiah jadi sbg guru perlu memberitahu siswa kalo kita harus mengkritisi AI, kreatif pada hakikatnya AI adalah mesin buatan manusia dan tidak akan mengalahkan kecerdasan manusia, dan etis.
Sesi penyampaian materi diitutup dengan diskusi interaktif antara peserta dengan narasumber.
Setelah sesi penyampaian materi, peserta diajak untuk mengikuti kuis tebak gambar untuk menenangkan otak. Sesi ice breaking ini dipandu oleh Tim Teknis Webinar Series #1. Peserta yang hadir antusias mengikuti kuis ini. Bagi tiga peserta yang berhasil menebak dengan benar akan dibagikan hadiah menarik.
Webinar Series #1 ini berhasil menghadirkan diskusi di tengah menghadapi tantangan di era digital saat ini dengan saling berbagai pengalaman dan pengetahuan. Departemen Pendidikan Matematika FMIPA UNY berkomitmen untuk terus memberikan ruang diskusi ilmiah yang aktual, inovatif, dan relevan dengan perkembangan pendidikan abad 21.
Copyright © 2026,


