Bahasa Indonesia
English
Mahasiswa Pendidikan Matematika UNY Dorong Pembelajaran Kolaboratif melalui Model TSTS untuk Mendukung SDG 4

Sleman, 2 September 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melaksanakan kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di SMP Negeri 3 Kalasan. Salah satu kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada kelas VIII dengan materi Relasi dan Fungsi melalui penggunaan Lembar Kerja Murid (LKM) dan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS).
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang aktif dan kolaboratif. Melalui model TSTS, murid memperoleh kesempatan untuk berdiskusi, bertukar informasi, menyampaikan ide, serta membandingkan strategi penyelesaian masalah bersama teman. Pembelajaran tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education).
Pada awal pembelajaran, mahasiswa praktikan memberikan apersepsi dan mengulas kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian murid ke dalam beberapa kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang terdapat dalam LKM.
Setiap kelompok berdiskusi untuk memahami konsep relasi dan fungsi serta menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Setelah menyelesaikan tugas kelompok, model TSTS diterapkan dengan membagi peran anggota kelompok menjadi dua bagian. Dua anggota tetap berada di kelompok (stay) untuk menjelaskan hasil diskusi kepada anggota kelompok lain yang datang, sedangkan dua anggota lainnya bertamu (stray) ke kelompok lain untuk memperoleh informasi dan membandingkan hasil pekerjaan.
Setelah kegiatan bertamu selesai, anggota kelompok kembali ke kelompok asal dan menyampaikan informasi yang diperoleh. Proses ini memberikan kesempatan kepada murid untuk melihat beragam cara berpikir dan strategi penyelesaian dari kelompok lain. Mahasiswa praktikan kemudian memberikan penguatan terhadap hasil diskusi serta memberikan klarifikasi terhadap konsep yang masih belum dipahami dengan tepat.
Penggunaan LKM yang dipadukan dengan model TSTS membuat murid terlibat dalam berbagai aktivitas pembelajaran, mulai dari memahami permasalahan, berdiskusi, menyampaikan pendapat, mendengarkan penjelasan teman, hingga membandingkan hasil pekerjaan. Aktivitas tersebut mendukung pengembangan keterampilan komunikasi dan kolaborasi yang menjadi bagian penting dalam pengalaman belajar murid.
Pembelajaran kolaboratif juga memberikan ruang bagi murid untuk mengambil peran dalam proses pembelajaran. Murid tidak hanya menerima penjelasan dari guru, tetapi turut membangun pemahaman melalui interaksi dengan teman dan kegiatan berbagi informasi antarkelompok. Dengan demikian, pembelajaran matematika dapat berlangsung secara lebih partisipatif dan berpusat pada aktivitas murid.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan pembelajaran yang inklusif, partisipatif, dan memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan pengetahuan serta keterampilan melalui pengalaman belajar yang bermakna.
Melalui kegiatan Praktik Kependidikan, mahasiswa Pendidikan Matematika UNY memperoleh pengalaman dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada murid. Di sisi lain, pelaksanaan pembelajaran tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aktif dan kolaboratif di sekolah.
Penulis: Yovina Dwi Rachmadani & Dea Lova
Copyright © 2026,


