Bahasa Indonesia
English
Workshop Pendampingan Persiapan TKA dan Penguatan Disposisi Matematika Siswa bagi Guru Matematika SMP di Kulon Progo DIY

KULON PROGO – Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) DLK Departemen Pendidikan Matematika (Depdikmat) FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang diketuai oleh Husna Arifah, M.Sc., menyelenggarakan Workshop Pendampingan Persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Penguatan Disposisi Matematika Siswa. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendampingan luring pada Kamis, 23 Juli 2026, pendampingan daring pada Rabu, 29 Juli 2026, serta dilengkapi dengan penugasan terstruktur bagi peserta.
Kegiatan yang diikuti oleh 30 guru matematika anggota MGMP SMP Kabupaten Kulon Progo ini bertujuan membekali pendidik dengan strategi pendampingan TKA yang efektif sekaligus meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan disposisi matematika siswa. Disposisi matematika mencakup sikap positif terhadap matematika, kepercayaan diri, ketekunan, rasa ingin tahu, serta kemampuan untuk tetap berusaha dalam menghadapi permasalahan matematika.
Penguatan kompetensi guru dan disposisi matematika siswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas). SDG 4 menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi kehidupan. Dalam konteks tersebut, peningkatan kapasitas guru tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik siswa, tetapi juga pada pembentukan sikap belajar, ketangguhan, dan motivasi yang mendukung keberlanjutan proses belajar.
Agenda pertama pada 23 Juli 2026 dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pengasih dan terbagi menjadi tiga sesi pemaparan materi. Kegiatan dibuka oleh Ketua MGMP Matematika SMP Kabupaten Kulon Progo, Sudaryanta, S.Pd. Sesi pertama menghadirkan Nila Mareta Murdiyani, S.Pd., M.Sc., yang menyampaikan materi “Penguatan Disposisi Matematika”. Materi ini menjadi penting mengingat capaian TKA Matematika di Indonesia, termasuk di wilayah Kulon Progo, masih memerlukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. Peningkatan prestasi akademik tidak hanya bergantung pada penguasaan materi, tetapi juga pada sikap siswa ketika menghadapi tantangan dalam belajar matematika.
Melalui penguatan disposisi matematika, guru didorong untuk membangun sikap positif, ketangguhan, rasa percaya diri, dan kemauan siswa untuk terus mencoba ketika menghadapi kesulitan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang sesuai dengan potensinya. Hal ini sejalan dengan semangat SDG 4 yang menempatkan kualitas proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta didik sebagai bagian penting dari pembangunan pendidikan yang berkelanjutan.
Sesi kedua dilanjutkan dengan materi “Optimalisasi Pembelajaran dan Asesmen dalam Mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA)” yang disampaikan oleh Husna Arifah, M.Sc. Pada sesi ini, peserta diajak melakukan refleksi mendalam terhadap capaian siswa saat ini. Salah satu pertanyaan yang menjadi bahan diskusi adalah apakah hasil TKA siswa di Kulon Progo selama ini telah mencapai hasil yang diharapkan. Refleksi tersebut menjadi titik awal bagi para pendidik untuk mengevaluasi praktik pembelajaran dan asesmen yang selama ini diterapkan. Guru kemudian didorong untuk merancang pembelajaran dan asesmen yang lebih efektif, kontekstual, dan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kemampuan siswa. Dengan demikian, asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengukur hasil belajar, tetapi juga sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran dan memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Sesi ketiga menghadirkan Heru Sukoco, S.Si., M.Pd., dengan materi “Sikap Guru terhadap Pengajaran Matematika”. Sesi ini memberikan wawasan mengenai pentingnya sikap guru dalam membangun pengalaman belajar matematika yang positif. Guru diajak menyadari bahwa persepsi dan sikap siswa terhadap matematika dapat dipengaruhi oleh bagaimana guru memandang dan mengajarkan matematika di kelas. Melalui materi tersebut, peserta didorong untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih ramah, suportif, inspiratif, dan memberikan ruang kepada siswa untuk bertanya, mencoba, serta belajar dari kesalahan. Lingkungan belajar yang demikian diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan membantu mereka membangun hubungan yang lebih positif dengan matematika.
Rangkaian workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi daring pada 30 Juli 2026 yang menghadirkan Endah Retnowati, Ph.D., dengan materi “Motivasi Belajar Siswa”. Kegiatan diawali dengan pertanyaan reflektif, antara lain “Seberapa termotivasi guru dalam mengajarkan matematika?” dan “Seberapa termotivasi siswa dalam mempelajarinya?” Melalui refleksi tersebut, pembahasan diarahkan pada strategi pemberian motivasi kepada peserta didik melalui penerapan prompt motivasi. Strategi ini dirancang untuk membantu guru membangun interaksi pembelajaran yang lebih bermakna serta mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar.

Rangkaian kegiatan pendampingan, pemaparan materi, diskusi, dan penugasan terstruktur diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan guru, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di sekolah masing-masing. Guru diharapkan mampu menerapkan strategi pembelajaran dan asesmen yang lebih efektif sekaligus membangun disposisi matematika dan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan. Melalui kegiatan PPM DLK ini, Departemen Pendidikan Matematika FMIPA UNY berkontribusi dalam mendukung SDG 4 melalui penguatan kapasitas pendidik dan peningkatan kualitas pembelajaran matematika. Peningkatan kompetensi guru diharapkan memberikan dampak berkelanjutan terhadap kualitas pengalaman belajar siswa SMP di Kabupaten Kulon Progo.
Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kesiapan siswa menghadapi TKA dan pencapaian nilai akademik, tetapi juga dari tumbuhnya generasi yang memiliki ketangguhan, kepercayaan diri, motivasi belajar, kemampuan berpikir, dan sikap positif terhadap matematika. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan, sebagaimana semangat yang diusung dalam SDG 4.
Copyright © 2026,


