Perkuat Kompetensi Guru Matematika SMA: Tim PkM UNY Gelar Workshop Pendalaman Materi dan Penyusunan Soal Statistika dan Peluang Berorientasi Tes Kompetensi Akademik (TKA)

MAGELANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang diketuai oleh Prof. Dr. Kana Hidayati, M.Pd., bersama anggota Dr. Elly Arliani, M.Si., dan Husna Arifah, M.Sc., bekerja sama dengan MGMP Matematika SMA Kabupaten Magelang menyelenggarakan Workshop Pendalaman Materi dan Penyusunan Soal Statistika dan Peluang Berorientasi Tes Kompetensi Akademik (TKA). Kegiatan dilaksanakan secara daring pada 5 Agustus 2026 dan secara luring pada 12 Agustus 2026 bertempat di SMA Negeri 1 Muntilan. Workshop diikuti oleh 40 guru matematika SMA di Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi profesional guru matematika dalam mengembangkan soal berorientasi TKA, khususnya pada materi statistika dan peluang, sekaligus mendukung kesiapan guru dalam mendampingi siswa menghadapi TKA. Selain itu, kegiatan diarahkan untuk mendorong pembelajaran matematika yang inovatif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan kurikulum.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi UNY dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas). Peningkatan kompetensi guru merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Melalui penguatan kemampuan guru dalam memahami konsep, menyusun asesmen, serta mengembangkan soal yang menuntut kemampuan berpikir logis dan analitis, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah.

Kegiatan daring diawali dengan sambutan dari Ketua MGMP Matematika SMA Kabupaten Magelang, Sutrasno, S.Pd., yang mengapresiasi langkah proaktif UNY dalam mendukung pengembangan kompetensi guru. Beliau berharap kegiatan workshop dapat memberikan manfaat bagi guru dalam membimbing siswa menghadapi TKA sehingga turut berdampak pada peningkatan prestasi akademik siswa. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Kana Hidayati, M.Pd., selaku Ketua Tim PkM UNY, yang mengajak peserta untuk aktif mengembangkan kompetensi melalui pendalaman materi dan pengembangan soal berorientasi TKA.

Pada sesi pertama, Prof. Wahyu Setyaningrum, S.Pd., M.Ed., Ph.D., yang juga aktif di Pusmendik (Pusat Asesmen Pendidikan) Kemendikbudristek, memaparkan materi mengenai kebijakan TKA dan implementasinya. Beliau menjelaskan sejumlah perubahan aturan dan kebijakan TKA tahun 2026 dibandingkan dengan tahun 2025. Para peserta antusias mengikuti pemaparan yang berfokus pada framework TKA Matematika, meliputi konten, konteks, dan tingkat kognitif. Sesi kedua diisi oleh Dr. Amran Hapsan, S.Si., S.Pd., M.Pd., seorang praktisi pendidikan matematika, yang memberikan materi mengenai tips dan trik menghadapi TKA Matematika SMA/SMK/MA, khususnya pada pokok bahasan statistika dan peluang. Beliau menekankan pentingnya menumbuhkan rasa senang siswa terhadap matematika sebagai salah satu faktor pendukung keberhasilan belajar. Peserta juga diajak mengeksplorasi contoh penyelesaian soal statistika dan peluang yang muncul pada TKA 2025 melalui teknik modifikasi dan visualisasi konsep matematika.

Menurutnya, keberhasilan siswa dalam menghadapi TKA tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghafal rumus, tetapi juga oleh penguasaan konsep, kemampuan memahami persoalan kontekstual, penguasaan berbagai strategi penyelesaian, efisiensi waktu, serta kemampuan berpikir logis dan analitis. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan pembelajaran berkualitas yang membekali siswa dengan kompetensi untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan nyata.

Sesi ketiga diisi dengan materi teknik penyusunan soal berorientasi TKA yang dipandu oleh Prof. Dr. Kana Hidayati, M.Pd. Beliau menjelaskan bahwa TKA memiliki berbagai manfaat, antara lain sebagai diagnostik akademik untuk mengenali kondisi siswa secara lebih akurat, alat seleksi dan prediksi, serta bagian dari penjaminan mutu pembelajaran.Guru sebagai garda terdepan dalam pembelajaran memiliki peran strategis dalam memastikan proses belajar selaras dengan tuntutan asesmen dan kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu, keterampilan mengembangkan soal berorientasi TKA menjadi penting agar guru dapat membiasakan siswa menghadapi berbagai bentuk persoalan secara bertahap. Kemampuan tersebut juga mendukung profesionalisme guru dalam menyelaraskan konten, konteks, dan tingkat kognitif untuk menghasilkan asesmen yang berkualitas.

Pada sesi terakhir daring, Dr. Elly Arliani, M.Si., memberikan materi mengenai penyusunan soal berorientasi TKA pada materi statistika dan peluang. Beliau memaparkan berbagai materi, indikator, level kognitif, serta contoh soal berorientasi TKA. Guru juga didorong untuk mampu memberikan penjelasan penyelesaian berdasarkan konsep sehingga siswa tidak hanya memperoleh jawaban, tetapi memahami proses berpikir yang mendasarinya. Workshop kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penyusunan soal berorientasi TKA oleh peserta secara berkelompok. Hasil pengembangan soal tersebut selanjutnya dipresentasikan dan didiskusikan pada pertemuan luring. 

Kegiatan workshop secara luring pada tanggal 12 Agustus 2026, diawali oleh sambutan dari Kepala SMA Negeri 1 Muntilan, Beny Sukandari, M.Pd.B.I. Beliau menyambut dengan sangat baik Tim PkM UNY, dan mengharapkan hasil dari kegiatan workshop dapat diimplementasikan dengan baik oleh peserta di sekolah masing-masing. Selanjutnya dilaksanakan pendalaman materi statistika dan peluang yang dipandu oleh Dr. Djamilah Bondan Widjajanti, M.Si. Beberapa soal materi statistika dan peluang disajikan sebagai bentuk pendalaman materi bagi guru peserta workshop. Dalam pemaparannya, beliau juga memberikan saran dalam pembelajaran materi statistika dan peluang, antara lain menghindari memulai dari definisi dan rumus, menggunakan konteks yang beragam dan realistis, menekankan pada pemahaman relasional atau konseptual, bukan hanya prosedural atau instrumental, memanfaatkan sumber data dari internet, menggunakan software yang sesuai, serta memberikan kesempatan siswa untuk mengeksplorasi data.

Kegiatan luring ditutup dengan presentasi hasil penugasan pengembangan soal berorientasi TKA oleh perwakilan peserta serta evaluasi oleh Tim PkM. Perwakilan peserta workshop menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan, khususnya pada materi statistika dan peluang yang capaian siswa dalam TKA 2025 masih tergolong rendah, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat mendorong guru meningkatkan kompetensinya dalam membimbing siswa agar memperoleh capaian TKA yang lebih baik.